Sinergi Pengusaha untuk Ekonomi Kaltara: Peter Setiawan Kembali Pimpin APINDO Kaltara Lewat Musprov II
TARAKAN – Suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan mewarnai penyelenggaraan Musyawarah Provinsi (Musprov) II Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di Hotel Tarakan Plaza.
Musprov II mengusung tema sentral: “APINDO Berperan Meningkatkan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kaltara.” Agenda dimulai dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Yanuar, S.Sos., yang menegaskan pentingnya forum ini sebagai amanah organisasi sesuai AD/ART dalam menilai kinerja kepengurusan sebelumnya serta menetapkan arah kebijakan untuk lima tahun ke depan.
“Kami tulus menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh unsur pengusaha di Kalimantan Utara yang hadir dan berkontribusi dalam setiap tahapan sidang Musprov II,” tegas Yanuar.
Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Anthony Hilman, memaparkan sejumlah data yang memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Kalimantan Utara. Pertumbuhan ekonomi Kaltara pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,56 persen, menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang relatif tangguh di tengah dinamika nasional dan global.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltara tahun 2025 berada di angka 3,85 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,85 persen. Selain itu, terjadi penurunan proporsi tenaga kerja di sektor informal dari 51,38 persen pada 2023 menjadi 48,44 persen pada 2025, yang mengindikasikan peningkatan kualitas dan formalitas lapangan kerja di Bumi Benuanta.

Anthony juga menyoroti posisi strategis Kaltara tidak hanya sebagai pintu gerbang ekonomi nasional tetapi juga sebagai lokasi pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Kedua proyek besar ini dipandang akan menjadi motor penting pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan industri berkelanjutan di Kalimantan Utara.
“DPN APINDO berkomitmen mendampingi langkah Kaltara. Tantangan besar kita adalah memperluas penyerapan tenaga kerja. Dengan posisi strategis Kaltara dan pengembangan kawasan industri hijau, APINDO daerah harus berani melakukan debottlenecking atau mendobrak hambatan investasi agar potensi besar ini benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Anthony.
Memasuki agenda inti, forum Musprov II secara aklamasi kembali menetapkan Peter Setiawan sebagai Ketua DPP APINDO Kalimantan Utara untuk masa bakti 2026–2031. Dalam sambutan usai penetapan, Peter menegaskan bahwa amanah periode kedua merupakan panggilan untuk memperkuat sinergi dan adaptasi terhadap dinamika regulasi serta tantangan ekonomi global.
“Amanah periode kedua ini adalah panggilan untuk memperkuat sinergi. APINDO harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan adaptif terhadap regulasi. Fokus kita adalah memastikan setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat Kaltara,” tegasnya.
Selain agenda pemilihan ketua, Musprov II juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis melalui Sidang Komisi Organisasi dan Program Kerja. Acara ditutup dengan prosesi pengukuhan kepengurusan dan penyerahan bendera pataka APINDO, yang menjadi simbol dimulainya babak baru perjuangan dunia usaha Kalimantan Utara menuju ekonomi daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan mandiri.



















