APINDO Kaltara dan UBT Tanda Tangan MOU, Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha Mandiri
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT), khususnya Fakultas Ekonomi dan Pembangunan, dalam upaya mendorong penguatan kapasitas mahasiswa di bidang kewirausahaan dan dunia usaha.
Ketua APINDO Kalimantan Utara, Peter Setiawan, menegaskan pentingnya membangun mental kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat lokal di Kalimantan Utara yang belum berperan optimal dalam pembangunan ekonomi daerah dan cenderung menjadi penonton di wilayah sendiri, seiring dengan masih dominannya tenaga kerja dari luar daerah di sejumlah perusahaan.
Dalam kerja sama ini, APINDO Kaltara menghadirkan dua program unggulan, yakni APINDO UMKM Merdeka (AUM) dan Pengusaha Mengajar. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa serta memperkenalkan dinamika dunia usaha secara langsung.
Agus Tri Darmawanto, menyampaikan bahwa pihaknya selama ini secara konsisten mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program pemagangan di berbagai instansi. Hal ini sejalan dengan visi dan misi fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi wirausaha mandiri.
“Fakultas Ekonomi dan Pembangunan memiliki visi untuk mencetak mahasiswa yang berjiwa entrepreneur, dengan dukungan keterampilan dan penguatan skill yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Pembangunan UBT, prof. DR. E. Mohamad nur utomo, S.E., M.SI, mengungkapkan rencana pengembangan akademik melalui pengusulan program studi baru, yakni Bisnis Digital. Program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi modern serta mendorong lahirnya wirausaha berbasis teknologi.
Ia juga menekankan pentingnya peran dosen dalam melakukan pendampingan kepada mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan potensi kewirausahaan sejak di bangku kuliah.
Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia usaha, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, serta berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.

















